“Aku sampai
di bagian bahwa aku telah jatuh cinta. Namun orang itu hanya dapat kugapai
sebatas punggungnya saja. Seseorang yang aku sanggup menikmati bayangnya dan
tidak akan pernah bisa aku miliki. Seseorang yang hadir sekelebat bagai bintang
jatuh yang lenyap keluar dari bingkai mata sebelum tangan ini sanggup mengejar.
Seseorang yang hanya bisa kukirimi isyarat sehalus udara, langit, awan, atau
hujan.”
by : Dee Lestari - Hanya isyarat
“Dunia tidak
lagi sama. Hidup ini menjadi asing. Aku sedih untuk sesuatu yang tak kutahu.
Aku galau untuk sesuatu yang tak ada. Dan jari ini ingin menunjuk sesuatu yang
bisa menjadi sebab, tapi tak kutemukan apa-apa. Pada saat yang sama, seluruh
sel tubuhku berkata lain. Mereka tahu sesuatu yang tak dapat digapai pikiran.
Apa rasanya, jika tubuhmu sendiri menyimpan rahasia darimu?”
by : Rectoverso- Hanya isyarat
“Menahun
sudah aku tahu, hari ini akan tiba. Tapi bagaimana bisa pernah kujelaskan? Aku
menyayangimu seperti kusayangi diri sendiri. Bagaimana bisa kita ingin berpisah
dengan diri sendiri”
by : Rectoverso - Peluk
“Jadi, aku tidak tahu cinta itu terdiri dari berapa
macam. Yang kutahu, cinta ini tersendat, dan hatiku seperti mau mati
pengap. Kendati kusayang kamu lebih daripada siapapun yang kutahu.
Kendati bersamamu senyaman berselimut pada saat hujan. Aku aman. Namun,
aku mengerontang kekeringan. Dan kini kutersadar, aku butuh hujan itu.
Lebih daripada apa pun.”
by : Rectoverso
“‘Aku memandangimu tanpa perlu menatap. Aku
mendengarmu tanpa perlu alat. Aku menemuimu tanpa perlu hadir. Aku
mencintaimu tanpa perlu apa-apa…’ Pesan ini akan tiba padamu, entah
dengan cara apa.”
by : Dee Lestari
"Seratus itu sempurna. Satu kamu lebih sempurna"
by : Rectoverso
“…Aku teringat detik-detik yang kugenggam. Hangat senyumnya, napasnya,
tubuhnya, dan hujan ini mengguyur semua hangat itu, menghanyutkannya
bersama air sungai, bermuara entah ke mana. Hujan mendobrak paksa
genggamanku dan merampas milikku yang paling berharga. Hujan bahkan
membasuh air mata yang belum ada. Membuatku seolah-olah menangis. Aku
tidak ingin menangis. Aku hanya ingin ia pulang. Cepat pulang. Jangan
pergi lagi.”
by : Dee lestari - Firasat
“aku tidak ingin bersamamu cuma karena enggan
sendiri. kau tidak layak untuk itu. seseorang semestinya memutuskan
bersama orang lain karena menemukan keutuhannya tercermin, bukan
ketakutannya akan sepi”
by : Dee lestari- Rectoverso
“Hati adalah air, aku lantas menyimpulkan. Baru
mengalir jika menggulir dari tempat tinggi ke tempat lebih rendah. Ada
gravitasi yang secara alamiah menggiringnya. Dan jika peristiwa jatuh
hati diumpamakan air terjun, maka bersamamu aku sudah merasakan terjun,
jumpalitan, lompat indah. Berkali-kali. Namun kanal hidup membawa aliran
itu ke sebuah tempat datar, dan hatiku berhenti mengalir.”
by: Rectoverso - Peluk
“Terkadang orang lupa, kebahagiaan yang terlampau memuncak akhirnya bisa melumpuhkan.”
by : Rectoverso - Tidur
“Rasakan semua, demikian pinta sang hati. Amarah
atau asmara, kasih atau pedih, segalanya indah jika memang tepat pada
waktunya. Dan inilah hatiku, pada dini hari yang hening. Bening. Apa
adanya.”
by : Rectoverso
“Dengarkah kamu? Aku ada. Aku masih ada. Aku selalu
ada. Rasakan aku, sebut namaku seperti mantra yang meruncing menuju satu
titik untuk kemudian melebur, meluber, dan melebar. Rasakan perasaanku
yang bergerak bersama alam untuk menyapamu.”
by : Rectoverso - Aku ada
“Dan aku memandangi sapuan ombak yang datang
menghapus segala jejak, kecuali milikmu, karena tinggal kau yang terus
melangkah. Tak ada jejakku di sampingmu. Tak ada siapa-siapa. Namun aku
merasa kita melangkah bersama. Entah bagaimana bisa begitu”
by : Rectoverso - Aku Ada
“Insan-insan kesepian ditengah orang-orang yang
dicintainya. Dunia mereka tersekat oleh tembok besar yang tak pernah
bisa mereka jebol. Begitu dekat, tetapi begitu terpisah : tak
terucapkan.”
by : Rectoverso
“Di pantai itu kau tampak sendiri, tak ada jejakku di sisimu. Namun saat kau rasa pasir yang kau pijak pergi. Akulah lautan. Memeluk pantaimu erat”
by : Rectoverso - Aku ada
“Kamu boleh terus percaya bahwa kemarin, besok, lusa, dan hari-hari sesudah itu….
Aku masih disini"by : Rectoverso - Aku ada
Tidak ada komentar:
Posting Komentar